• Jumat, 27 Mei 2022

Ini Tata Cara Pembagian THR Sesuai SE Menteri Ketenagakerjaan

- Senin, 11 April 2022 | 20:30 WIB
Surat edaran Menaker Tentang pembagian THR
Surat edaran Menaker Tentang pembagian THR

ACEHTIMURSATU.COM | JAKARTA - Dalam rangka upaya untuk memenuhi kebutuhan pekrja/buruh, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerbitkan Surat Edaran untuk tata cara pembagian THR kepada para pekerja/buruh.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

“Diminta bantuan Saudara/Saudari untuk menyampaikan Surat Edaran ini kepada Bupati/Wali Kota dan pemangku kepentingan terkait di wilayah Saudara/Saudari,” ujar Ida dalam SE yang ditandatangani pada tanggal 6 April 2022 tersebut.

Ida menegaskan, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya unfuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan juncto Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh,” bunyi SE.

Sebagaimana tertuang di dalam SE, pembayaran THR Keagamaan dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. THR Keagamaan diberikan kepada:
a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.
b. pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

2. Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut:
a. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja dua belas bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah.
b. Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari dua belas bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: masa kerja dibagi 12 dikali satu bulan upah.

3. Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah satu bulan dihitung sebagai berikut:
a.Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja dua belas bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam dua belas bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
b. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari dua belas bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Halaman:

Editor: Muhammad Lukfarrazi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Jadwal Pencairan THR dan Gaji ke 13

Selasa, 19 April 2022 | 23:03 WIB

Ini Daftar Penerima THR dan Besaran THR

Sabtu, 16 April 2022 | 21:23 WIB

Kunker Ke Aceh, Wapres Ma'ruf Amin Serakan Bansos

Kamis, 14 April 2022 | 21:58 WIB

Biaya Ibadah Haji Tahun 2022 Meningkat

Rabu, 13 April 2022 | 22:23 WIB

Pemilu 2024, Bawaslu dan KPU Siap Mulai Tahapan

Rabu, 13 April 2022 | 19:20 WIB
X