Menilik Kesiapan RSUD Zubir Mahmud sebagai Rumah Sakit Rujukan Kawasan Timur


ACEHTIMURSATU.COM | IDI RAYEUK– Aceh Timur sebelum pemekaran beribukota di Langsa, dan kini menjadi kabupaten sendiri yang beribukota di Idi Rayeuk.

Kabupaten Aceh Timur sebelumnya meliputi Aceh Tamiang serta Kota Langsa.

Setelah pindah ibukota ke Idi Rayeuk, Aceh Timur belum memiliki fasilitas publik yang memadai, termasuk rumah sakit umum yang berkapasitas besar.

Kemudian Pemkab Aceh Timur mengeluarkan Peraturan Bupati No. 035 tahun 2006 tentang pembangunan RSUD Idi milik Pemda Kabupaten Aceh Timur pada tanggal 14 Maret 2006.

Melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Medco E&P Malaka, rumah sakit yang menjadi rujukan masyarakat di kawasan timur Aceh pun dibangun.

Awanya bernama RSUD Idi dan berubah menjadi RSUD Dr. Zubir Mahmud pada 10 Desember 2014.

Pembangunan RSUD Zubir Mahmud menelan anggaran hingga Rp 75 miliar.

Rumah sakit tersebut dibangun di atas lahan 83.458 meter persegi.

Memiliki 15 poliklinik serta dilengkapi fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Radiologi, Instalasi Hemodialisa, dan Instalasi Bedah Central (IBS) serta mampu menampung 200 pasien rawat inap.

Saat ini, RSUD Zubir Mahmud ini melayani 6.217 pasien rawat inap, 6.411 pasien rawat darurat rawat jalan, dan 45.653 pasien rawat jalan, kunjungan lama 42.094 dan kunjungan baru 3.559,data tersebut di peroleh dari RSUD tersebut per tahun 2020.

Salah satu pasien berasal dari kabupaten Aceh Timur Dedi Saputra mengatakan selama ada RSUD Zubir Mahmud sudah sangat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Selama ada RSUD ini sangat membantu masyarakat, saya juga melihat fasilitas yang ada di RSUD ini memuaskan begitu juga dengan pelayanannya,” ujar Dedi Saputra.

Rumah Sakit Rujukan Wilayah Timur

Direktur RSUD Zubir Mahmud sr Edi Gunawan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah siap sebagai rumah sakit rujukan wilayah timur.

“Insya Allah kita siap sebagai rumah rumah sakit rujukan untuk masyarakat Aceh Timur, dan saat ini kita juga siap sebagai rumah sakit rujukan covid-19 di Aceh Timur, kita juga sudah menyediakan fasilitas seperti ruang pinare, dan mempunyai  dua alat tes cepat Covid-19, yakni PCR SET bantuan PT. Medco E&P Malaka dan TCM GEN EXPERT,” sebut dr. Edi Gunawan.

Edi Gunawan juga menjelasakan, PCR SET Bantuan PT. Medco E&P Malaka dengan harga miliaran itu dapat melakukan tes cepat dan akan mendapatkan hasil 6 – 8 jam.

“Alat TCM GEN EXPERT ini  awalnya untuk pemeriksaan kuman TBC, tetapi setelah menggunakan katrid khusus untuk tes  virus Covid-19, bisa digunakan juga untuk mendeteksi adanya virus Covid-19, dangan waktu sangat cepat yaitu 1,5 jam,” ujar dr. Edi Gunawan. 

Post a Comment

Previous Post Next Post

Terkini