Jembatan Asa,Antara Harapan Rakyat dan Janji Manis Para Politisi


ACEHTIMURSATU.COM - Sore itu langit biru secerah harapan baru mulai diselimuti gumpalan awan hitam yang mengundang  mendung,melintasi jalan berbatu dengan melewati tempat pemakaman umum untuk menuju sebuah Gampong yang terletak di pesisir Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur.


Terlihat perahu nelayan mulai bersandaran di pinggiran,dan tempat pembongkaran ikan yang biasa ramai di kunjungi warga mulai terlihat sepi.
Tak jauh dari tempat sandaran perahu nelayan terlihat jembatan sudah putus dan tidak beralas lagi.

Saat penulis sedang memotret kondisi jembatan terdengar sebuah suara berkata "Peu neu foto-foto bang,hana guna nyan,ka padum goe di peek but wartawan tapi hana soe pakoe" Apa Abang Foto-foto tidak ada guna,Sudah berapa kali di muat oleh para wartawan tapi tidak ada respon.
Gerimis tak di undang pun perlahan mulai membasahi bumi sehingga penulis pun mencari tempat berteduh,sambil menikmati secangkir minum hangat bersama warga,banyak cerita jerih payah masyarakat untuk mempertahankan jembatan tersebut.


Dari cerita masyarakat, jembatan tersebut adalah jembatan yang menghubungkan dua Gampong dalam Kecamatan Nurussalam yaitu,Gampong Kuala Bagok dan Gampong Teupin Pukat,selain jembatan tersebut digunakan untuk lalu lalang masayarakat,jembatan tersebut juga salah satu jembatan yang di gunakan untuk menganggkut hasil laut.

Jembatan yang dibangun sejak tahun 2000 tersebut mulai rusak seiring berjalannya waktu, sebelum putus jembatan tersebut di perbaiki dengan anggaran swadaya masyarakat seadanya agr masih bisa tetap di gunakan.


Naas, pada sabtu malam 03 Maret 2020 jembatan beralas papan dan leger besi tersebut ambruk akibat dilintasi mobil panther membawa rombongan tahlilan, saat mobil melintasi jembatan teesebut leger yang sudah rapuh dimakan masapun patah yang membuat rombongan tecebur kedalam sungai namun semuanya terselamatkan.

Sampai saat ini tidak sedikit warga yang berang terhadap pemerintah yang dianggap mengabaikan rintihan rakyat,bagaimana tidak,jembatan tersebut lintas utama aktifitas warga dalam mencari rupiah dan juga untuk dilintasi para anak-anak yang menuntut ilmu.
Di tahun 2019,masyarakat menaruh harapan besar pada Caleg yang maju kursi Legeslatif baik itu DPRK,DPRA dan DPR-RI untuk pembangunan jembatan tersebut.
Ada dari mareka yang datang untuk melihat jembatan tersebut dengan menebar kata manis tapi palsu penuh iba.

Ada diantara mareka yang datang,hari ini sudah menduduki kursi Dewan namun kepedulian mareka lupa akan janji palsu mareka.

"Dulu ada beberapa caleg DPR-RI dan bahkan sekarang sudah menjabat anggota DPR-RI datang kemari untuk melihat jembatan tersebut, ada diantra mareka yang berjanji akan berupaya membantu lobi agar jembatan tersebut di bangun,tapi kami rasa itu hanya janji manis saja," Ujar Husaini Panglima Laot Lhok Dalam

Hari ini masyarakat hanya bisa berpikir masih banyak jalan menuju Roma,yang artinya masih banyak jalan menuju ke tambak untuk menggais rezeki dibanding memikirkan jembatan yang tak pernah kunjung diperbaiki.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Terkini