Fasihatul Lisani Bocah 7 Tahun Lumpuh Layu, Terima Kursi Roda


HABA ACEH TIMUR | DINSOS - | Fasihatul Lisani,(7) bocah asal Dusun Seunebok Dalam Buloh, Desa Paya Awee Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur. Selama 7 tahun  lumpuh layu 

Selama 7 tahun, Fasihatul Lisani hanya bisa berbaring. Dia tidak bisa berjalan dan berdiri, bahkan selalu dipandu ibunya untuk bermain.

Keseharian Fasihatul Lisani dirawat oleh ibunya dalam segala hal, baik memandikan menyuapi dan makan bahkan membawa jalan-jalan untuk ia bermain. Setiap hanya bisa duduk ditemani ibunya.

Rabu, pada 21 Juli 2021, di hari pertama PNS bekerja, Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur mendapatkan informasi. Kabid Dinsos Iskandar, S.Kom memutuskan untuk menemui bocah ini bersama orangtuanya di kediaman mereka.

Iskandar tiba di rumah, Fasihatul Lisani disambut sang ayah Azhar Us (49) bersama Ibu Anidar (46) di Dusun Seunebok Dalam Buloh Desa Paya Awee Kecamatan Idi Tunong Aceh Timur. 

Mereka menyambut kami penuh gembira dan rasa terharu. Tak disangka. "Ini tidak pernah terfikirkan sama sekali oleh saya. Dinas Sosial turun ke tengah-tengah keluarga kami," kata Azhar Us, Rabu (21/7/2021).

Sementara itu, Kedatangan  Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Aceh Timur melalui Dinas Sosial Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Iskandar Budiman, S.Kom bersama Kasi Rehabsos Penyandang Disabilitas dan TKSK Idi Tunong didampingi Perangkat Desa setempat, bertujuan membantu  memberikan kursi roda kepada Fasihatul Lisani.

"Kedatangan kami untuk membantu memberikan kursi roda kepada Fasihatul Lisani," kata Kabid Rehabsos Iskandar Budiman, S.Kom, Rabu,(21/7/2021).


Ibunya, Anidar menceritakan nasib buah hatinya tersebut. Fasihatul Lisani menderita lumpuh layu pasca 3 hari kelahiran. Awalnya ia mengalami sakit panas sampai terjadi perubahan pada tubuhnya. Hingga sekarang tidak bisa berjalan dan tidak bisa melakukan aktifitas apapun selain hanya bisa tertidur.

"Usai 3 hari kelahiran, mengalami sakit panas, akhirnya terjadi perubahan pada tubuhnya,"ungkap Anidar kepada Iskandar.

Anidar menjelaskan mulai kewalahan dalam membawa bermain Fasihatul Lisani dan berjalan-jalan. Oleh karena itu, Anidar sangat berharap adanya bantuan kursi roda untuk anaknnya.

"Fasihatul Lisani anaknya sudah makin besar saya kualahan  menemani berjalan-jalan dan bermain butuh kursi roda," pinta Anidar (ibunya).

Dinsos Kab Aceh Timur  untuk jenis kursi khusus belum ada. Walau demikian kami sudah berupaya  koordinasi dengan pihak Dinsos Aceh.Tetapi pihak Dinsos Aceh dimasa pandemi Covid-19 sedang tidak ada bantuan kursi celebral palsy. Disebabkan Pemerintah fokus pemberantasan Covid-19.

"kita berharap bisa bermanfaat dan bisa digunakan. Kami sudah mengajukan usulan kursi celebral palsy ke Dinsos Provinsi Aceh. Namun karena dilanda wabah Virus. Oleh karena itu, berharap Covid-19 ini segera berakhir."tutup Iskandar (*)

Post a Comment

Previous Post Next Post

Terkini