Bahas Aksi-II dan Rencana Aksi III Stunting pada Rapat Pelaksanan Rembuk


HABA ACEH TIMUR | BAPPEDA -  Berbagai persoalan keseriusan pencegahan dan penangulangan stunting di hadapi para OPD. Mulai terkendala pengisian data aksi-II dan rencana aksi-III, serta penilain kinerja terhadap konvergensi dalam penanggulangan.

"Beberapa keterlambatan pengimputan data aksi -II itu terpenting masih sangat menjadi terkendala, beberapa OPD belum melakukan pendataan," kata Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia Iskandarsyah, SE, MAP saat disampaikan pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Rembuk Stunting,di Aula Bappeda Aceh Timur, pukul 9.00.WIB Kamis (8/7/2021), pagi.

Dan tidak hanya itu, beberapa persoalan lokus secara teknis dalam pelaksanaan dilapangan masih perlu membahasan lebih pada teknis.

"Akibatnya, terkendala terhadap pengisian data pada aksi ke-II dari dinas terkait menyebabkan terhambat menuju langka aksi ke-III dan berikutnya," kata Iskandar

Tentu, kita tidak bisa membuka dalam pengisian from ditahap berikutnya. Inilah menjadi rekan-rekan di OPD untuk segera giat melakukan pendataan blanko yang telah kami sediakan," pinta Kabid P3kasdm Bappeda Ini.


Sementara itu, dalam pembahasan tersebut turut dipaparkan langkah rencana Aksi II rencana kerja OPD , aksi III dalam rembuk stunting.

"Kami berharap komitmen OPD  melakukan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dan menetapkan lokus tahun 2022," katanya

lanjutnya lagi, turut dibahas persoalan kinerja, baik berupa kendala menjadi pertimbangan dalam pengambilan kinerja kedepan yaitu teknis kerja.

"Kalau tahun lalu, kita berpacu pada persen dari jumlah warga di desa berdampak pada jumlah warga yang ada stunting persentasinya, dan untuk kali ini, penilai dilakukan bukan pada jumlah warga tetapi lebih pada jumlah stunting, ini menjadi lokus kita," ujar Iskandar

Dia berharapkan untuk dinas-dinas belum memiliki realisasi anggaran tahun ini, nantinya Dinas tersebut untuk dapat mengusulkan ditahun 2022, sebab kita akan melakukan pemecahan persoalan gampong-gampong menjadi lokus penangan stunting.

"Untuk mencapai target Nasional 14 persen artinya kita harus meganalisa  mengkonvergesi tinggi terhadap gampong-gampong ada stunting," sebut Iskandar

Kabid P3KASDM,  sisa waktu 3 tahun lagi, sebab sesuai target Nasional pada 2024 mencapi 14.5 persen. Sementara kita telah turun dari 27 persen menjadi 24 persen. 


Pada kesempatan ini, kita turut membahas penambahan lokus dan rencana tindak lanjut aksi, upaya kerja keras kita semua dari OPD dalam berkerja sama dari ketinggalan rekan-rekan kabupaten lain.

"Kami berharap tahun ini, kita dapat memulai mengejar ketertingalan  dari kabupaten lain. Sebelumnya aceh timur terbaik," tutup Kabid P3kasdm Iskandar

Post a Comment

Previous Post Next Post

Terkini