UNHCR Siap Menolong Etnis Rohingya Rohingya

HABA ACEH TIMUR -   Protection Associate of UNHCR, Oktina kepada wartawan mengatakan pihaknya siap menolong pengungsi etnis Rohingya yang mendarat di Desa Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, pada Jumat (4/6) pagi.  

Tim dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Sabtu (5/6) siang tiba di tempat pengungsi untuk  mendata pengungsi Rohingya, yaitu untuk diketahui jumlah anak-anak, jumlah pria, wanita yang masih single, dan jumlah wanita yang sudah berkeluarga. Untuk sementara waktu, puluhan pengungsi Rohingya tersebut ditampung di Desa Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang ulim, Aceh Timur.

Pantauan di lokasi, penampungan para pengungsi rohingya di Desa Kuala Simpang Ulim terpisah dari pemukiman masyarakat. Untuk mencapai ke tempat pengungsi Rohingya tersebut, kita harus menggunakan perahu mesin dan membutuhkan waktu sekitar satu menit.  

 “Persiapan Pemkab Aceh Timur untuk menampung Rohingya sangat bagus, sudah disediakan tenda,  makanan dan minuman untuk para pengungsi, kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Aceh Timur,” ujar Oktina, Sabtu (5/6).  


Ia menambahkan, UNHCR tidak sendiri dalam hal menangani pengungsi Rohingya, UNHCR juga mengandeng Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dan mitra UNHCR lainnya untuk sama sama ikut serta dalam penanganan pengungsi Rohingya.

“Langkah selanjutnya, UNHCR terus mengkoordinasi dengan pemkab setempat, kami juga mendata ulang, sehingga diketahui berapa jumlah anak anak, yang masih single , dan yang susah berkeluarga,” kata Oktina.

Saat dilakukan pendataan, sebagian besar dari pengungsi Rohingya tersebut sudah mempunyai kartu UNHCR. Terkait pengungsi yang sudah mempunyai kartu UNHCR, Oktina menyatakan, kartu tersebut kemungkinan didapatkan sewaktu mereka mengungsi di Negara Bangladesh.

 “Sebenarnya kartu UNHCR ini berasal dari Bangladesh. Mungkin mereka mencari tempat yang lebih layak lagi. Kita akan mencari data mereka lebih dalam lagi. Terkait adanya dugaan trafficking, kita belum bisa menjawab, masih perlu pendataan lebih dalam lagi,” kata Oktina.

Katanya, Saat ini UNHCR fokus terhadap makanan, tempat yang layak, akses kesehatan dan MCK bagi pengungsi. Terkait penempatan 81 pengungsi Rohingya pihak UNHCR menyatakan akan berkoordinasi engan Pemkab Aceh Timur, dan Pemko Lhokseumawe.

Sebanyak 81 orang warga Rohingnya mendarat di Desa Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim Aceh Timur. Jumat (4/6) sekitar pukul 7.00 WIB. Menurut pengakuan dari pengungsi, mereka sudah dua bulan  terombang-ambing di laut, bahkan di antara mereka ada yang meninggal karena dehidrasi. (bi)

Post a Comment

Previous Post Next Post

Terkini